RSS Feed

PRESS RELEASE

MASYARAKAT MENUJU KEBANGKITAN KELUARGA BERENCANA

JAKARTA, 27/1 – Melalui Konferensi Pers pada Selasa (27/1) di Jakarta, Ketua Mamen Media Relation, Andri Malikasim mengungkapkan, akan menghidupkan kembali program Gerakan Nasional Keluarga Berencana (GNKB), yang bertajuk “Keluarga Berencana, Keluarga Sehat.”

Pada Konferensi Pers Selasa (27/1) di Jakarta, Andri Malikasim mengungkapkan bahwa program jangka pendeknya akan direalisasikan dengan mengadakan seminar-seminar serta penyuluhan Keluarga Berencana (KB) berupa praktek pengerjaan KB dan kegiatan lapangan bersama keluarga muda. Kedua event ini, untuk pertama kali, baru saja dijalankan, masing-masing pada 15 Januari di Metropolitan Mall, Bekasi, serta pada 17 dan 24 Januari lalu di daerah Jakarta dan sekitar.

Seminar tersebut menghadirkan perwakilan dari Badan Koordinator Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Elvira Lestari; Dr. Boyke SpoG dan Dr. Silvia Lestari M. BioMed sebagai pembicara; pihak DepKes, Syafri Doini; Eva Japutra pakar KB, serta sponsor Fiesta. Sementara, program jangka panjangnya dilakukan dengan menyebarkan poster, flyer, dan brosur ke berbagai lembaga pendidikan dan kemasyarakatan di seluruh Indonesia.

GNKB merupakan gerakan peduli program KB. Ketua BKKBN Pusat, Dr. Sugiri Syarief, resmi mendirikan GNKB pada 2 Oktober 2008. Visi GNKB adalah menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjadi KB serta mengajarkan cara menjalani program KB dengan sehat dan benar. Sementara, misi GNKB adalah mengadakan berbagai kegiatan baik jangka pendek maupun panjang.

Andri Malikasim mengungkapkan pernyataannya pada Konferensi Pers Selasa (27/1) di Jakarta, ”Program kami tidak akan berhenti di sini. Seminar akan terus diadakan di beberapa titik yang sudah ditentukan secara matang, serta penyuluhan langsung ke masyarakat akan menjadi program untuk tahun-tahun ke depan.” Ia menambahkan bahwa program KB telah lama dilupakan masyarakat, sementara manfaat menjalani KB sebenarnya cukup potensial dalam membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera.

Program KB telah lama dikenal, namun belakangan kurang mendapat perhatian masyarakat. Mamen Media Relation menjembatani harapan masyarakat untuk menjadi KB yang sehat dan sejahtera. Masyarakat ditantang untuk terbuka dan berani mengambil kesempatan ini. Seperti tagline GNKB, “Keluarga Berencana, Keluarga Sehat.” (Fransiska)

TPI

MONOCHROME MEDIA RELATION MENSTOP PERILAKU FREE SEX

JAKARTA, 27/1 – “Lewat blog ini, diharapkan semua remaja di Indonesia tidak melampiaskan kasih sayang melalui free sex,” ungkap Rajia Afwa Helwa selaku Ketua Media Relation Monochrome Communication pada Konferensi Pers, Selasa (27/1) di Jakarta.

“STOP FREESEX, SEBELUM TERLAMBAT” menjadi judul blog yang diusung oleh Monochrome Media Relation melalui situs http:/i-stopfreesex.blogspot.com. Peluncuran situs ini akan digelar di Ballroom Hotel JW Marriot pada 14 Februari mendatang. Rajia menuturkanpernyataannya pada Konferensi Pers Selasa (27/1) di Jakarta, bahwa kehadiran pakar seksolog Dr. Boyke dan artis Sandra Dewi pada acara peluncuran, akan turut mendukung penyampaian pesan tentang bahaya seks bebas tehadap para remaja.

Selain situs ini, kegiatan yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah memberikan penyuluhan ke sekolah-sekolah melalui seminar dan majalah dinding. Penyebaran flyer dan poster juga akan terus dilakukan agar situs ini menjadi lebih familiar di kalangan remaja.

Dalam Konferensi Pers Selasa (27/1) di Jakarta, Rajia menekankan, ”Banyak hal-hal positif dan sehat untuk menunjukkan rasa sayang terhadap pasangan. Seks bebas sangat merusak moral bangsa. Harapan kami agar para remaja menyadari dampak dari perilaku seks bebas.” Selain tim Monochrome, dalam Konferensi Pers ini, hadir pula pakar psikologi Universitas Indonesia, Donarema; pakar seksolog RSCP, Dhita Widya Putri, pihak DepKes, Nuruldita Azizah, serta perwakilan Komisi Pemberantasan AIDS (KPA), Ayu Astari.

Seks bebas menjadi isu di kalangan remaja dewasa ini. Berdasarkan data KPA, 70% penderita AIDS di Indonesia berusia 13-20 tahun. Ini artinya sebagian besar adalah kalangan remaja. Program “STOP FREESEX, SEBELUM TERLAMBAT” diharapkan mampu menarik perhatian remaja untuk turut aktif mewujudkan kualitas hidup yang positif dan sehat. Untuk mewujudkan hal ini, dibutuhkan keberanian untuk memilih jalan hidup ke arah yang lebih baik. (Fransiska)

.

Realita

SERUKAN “PEDULI, HARGAI, PATENKAN”

JAKARTA, 27/1 – Peduli, hargai, dan patenkan..! adalah slogan Butterfly Media Relation dalam blog terbarunya, “PEDULI PATEN”, yang disampaikan oleh Lorraine Eveline Swantika dalam Konferensi Pers, Selasa (27/1) di Jakarta.

Butterfly Media Planner meluncurkan situs blog pada acara Konferensi Pers yang diadakan di Jakarta, pada Selasa (27/1), yaitu pedulipaten.blogspot.com yang menyerukan pentingnya hak paten bagi masyarakat, terutama bagi para perajin industri, seniman, dan budayawan di Indonesia.

Selain situs ini, masyarakat juga akan semakin sadar hak paten melalui iklan layanan masyarakat di televisi. Butterfly Media Planner juga menargetkan program jangka panjangnya dengan aktif dan berkesinambungan menyebarkan poster dan flyer Peduli Paten. “Peduli paten adalah tema yang kami angkat, mengingat bahwa sumber dari semua permasalahan adalah kurangnya kepedulian masyarakat mengenai masalah hak paten,” hal ini diungkapkan oleh Lorraine pada Konferensi Pers Selasa (27/1) di Jakarta.

Konferensi Pers dihadiri oleh Theresia selaku perwakilan DirJen HAKI Indonesia; pengamat sosial, Dr. Wenny Astaria, Ssi; dosen Sosiologi Universitas Indonesia, Dra. Tenika Stella, serta Kinara Apsari selaku desainer batik Jawa. Wenny menyampaikan dalam Konferensi Pers Selasa (27/1) di Jakarta, “Meningkatkan kesadaran hak paten di masyarakat sangat penting dan perlu mendapat perhatian yang khusus dari pemerintah, terutama DirJen HAKI, demi mensosialisasikan pentingya hak paten serta menginformasikan birokrasi yang jelas dalam mematenkan karya.”

Situs Peduli Paten diharapkan dapat menghimbau masyarakat untuk mematenkan karya mereka. Lorraine menyinggung dalam Konferensi Pers Selasa (27/1) di Jakarta, “Setiap ada hal baru yang merupakan hasil karya anak negeri yang dipatenkan terlebih dulu oleh orang luar, barulah mereka ‘angkat bicara’ karena merasa kecolongan.” Peduli Paten akan berhasil bila setiap masyarakat terbuka untuk bersedia mematenkan karya-karya mereka. (Fransiska)

MetroTV

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: